Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern

Pada sebuah Minggu sore, saya berkesempatan menginjakkan kaki di Harajuku, Tokyo. Dari stasiun pemberhentian kereta JR saya menyeberang jalan dan sampai di Takeshi Dori, jalan yang menjadi ciri khas tempat anak muda Jepang mengekspresikan diri ini.

Tujuan pertama adalah gerbang Harajuku. Sepanjang jalan menuju gerbang, puluhan remaja Tokyo tampil dengan berbagai gaya dandanan (biasa disebut “cosplay”, singkatan dari costume play), mulai dari gothic hingga anime. Yang unik, banyak juga turis sengaja berdandan gothic dan ikutan tampil sepanjang jalan. Seandainya, saya percaya diri seperti mereka!

Ada juga yang ngamen, lengkap dengan drum dan gitar elektrik dan juga penyedia jasa kaligrafi Jepang dengan berbagai model tulisan kanji yang digelar di tengah jalan. Yang terakhir ini, sepintas seperti jajaran tukang tato jalanan di daerah Melawai-Blok M Jakarta.

Gerbang Harajuku merupakan titik awal jalan setapak menuju Meiji Jingu, kuil yang menjadi saksi sejarah periode Meiji. Daerah Harajuku memang merupakan perkawinan tradisional dan modern. Di sebelah kiri, di daerah Yoyogi menampilkan unsur tradisional, sementara di sisi kanan, Harajuku modern, mulai dari bangunan dan gaya hidupnya (makanan, kostum, butik, dan pengunjungnya)

Sepanjang jalan menuju kuil, kita bisa melihat jajaran drum anggur yang dulunya adalah lokasi tempat penyimpanan anggur milik kaisar. Masuk ke dalam jalan setapak yang ada di kiri jalan, kita akan digiring menuju taman Yoyogi yang asri. Puas menikmati hijaunya taman, kita melanjutkan ke kuil Meiji. Di kuil ini, kita bisa menyampaikan keinginan kita di papan kayu (dijual seharga 500 yen). Papan kayu ini kemudian digantung di satu papan besar yang ada di halaman kuil.

Saya balik ke stasiun Harajuku untuk merasakan kepadatan jalan Takeshi, yang merupakan daya tarik Harajuku. Harus diakui kepadatan orang yang lewat di jalan ini di Minggu sore memang tidak kalah dengan kerumunan di PRJ Kemayoran. Sambil berdesak-desakan, saya melihat baju dan aksesori yang dijual di sepanjang jalan.

Dari kejauhan, di salah satu jalan kecil menuju kawasan butik mewah Omotesando, saya melihat antrean panjang orang membeli takoyaki! Pilihan takoyaki di daftar menu agak membuat saya kagok, tapi akhirnya saya mencoba takoyaki dengan saus mentaiko.

Sambil menyantap takoyaki, saya menyusuri Omotesando, daerah yang sering disebut Champs-Elysees-nya Tokyo. Di belakang toko mewah, terlihat beberapa gedung menjulang yang merupakan apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal banyak selebritas Jepang. Konon salah satu gedung tinggi itu adalah tempat tinggal penyanyi wanita Jepang terkenal, Ayumi Hamasaki.

Sedangkan menengok ke dalam toko-toko di sepanjang jalan ini memang membuat mata segar. Tetapi jelas membuat kantong menjerit kalau nekat berbelanja di sini. Ketika masuk toko Nike, misalnya. Seperti model-model sepatu yang dijual model terbatas.

Saya sempat melihat sepatu olahraga motif batik, yang kabarnya hanya diproduksi sekitar tiga ratus pasang. Di Indonesia saja tidak ada, eh, malah dijual di Jepang. Saya tidak berani mencari tahu harganya. Takut tidak siap mental.

 

Cr : Syanne Susita via yahoo!travel

Sehari Keliling Kota Pelabuhan Yokohama

Pada hari terakhir di Jepang, saya memutuskan mengunjungi Yokohama. Jarak dari Tokyo ke Yokohama ditempuh hanya dalam 30 menit dengan kereta bawah jalur oranye, Tokyu Toyoko dari Shibuya.

Tujuan pertama adalah Chinatown (atau biasa disebut Yokohama Chukagai), yang memang menjadi stasiun terakhir jalur oranye ini. Daerah yang terletak di Yokohama pusat ini merupakan kota pecinan terbesar di Jepang.

Berbeda dengan kota pecinan lainnya, Yokohama Chukagai ini terlihat tidak terlalu sibuk dan ramai. Yang paling mencolok dari daerah ini adalah jajaran restoran dan toko obat tradisional dan toko oleh-oleh.


Salah satu pemandangan di Taman Yamashita. Foto: Thinkstock

Yang terakhir ini, terus terang, malas saya datangi karena beda-beda tipis dengan Hongkong tetapi harganya lebih mahal. Saya lebih tergiur dengan jajaran kios camilan dan jajanan pasar, terutama bakpao (manju). Tiap sepuluh meter, hampir pasti ada yang menjual bakpao.

Klenteng Kanteibyo dan pintu gerbang warna-warni, yang cukup banyak ditemui di beberapa jalan, juga jadi daya tarik sendiri. Pintu gerbang bersama dengan lampu lampion merah bisa dibilang jadi ciri khas daerah ini. Bagus buat lokasi foto-foto.

Yang agak mengejutkan, ternyata klenteng yang dibangun tahun 1873 ini tidak terlalu besar seperti di dalam gambar.


Kapal besar Hikawa Maru. Foto: Thinkstock

Hanya lima menit berjalan kaki dari kota pecinan, saya langsung menemukan taman Yamashita. Menyusuri taman sepanjang 750 meter yang menghadap lautan ini sangatlah menyenangkan. Sambil duduk di bangku taman, saya melihat kapal besar Hikawa Maru di sisi kanan dan jajaran taman bunga asri di sisi kiri. Menengok ke belakang, terlihat menara observasi marinir Yokohama setinggi 106 meter.

(Oh ya, kabarnya kapal ini ketika beroperasi di tahun 1930 sempat mengangkut Charlie Chaplin dalam salah satu perjalanannya dari Seattle ke Yokohama).

Walau hanya duduk-duduk, saya sangat menikmati pemandangan di sekitar taman ini. Aktivitas warga Yokohama di taman ini pun cukup menarik. Ada yang menggunakan taman ini sebagai tempat joging, membawa anjing berjalan-jalan atau pasangan yang membawa bayinya menikmati terik matahari pagi menjelang siang. Namun yang paling unik adalah saat melihat sekelompok orang tua sedang asyik melukis pemandangan.


Daerah Minato Mirai 21. Foto: Thinkstock

Kapal laut besar, dermaga dan lautan sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kota yang terletak di teluk Tokyo ini. Begitu juga, sisa-sisa peninggalan Amerika seperti meriam, kapal tua, dan beberapa gudang pun terlihat hampir di beberapa sudut kota.

Puas menikmati taman, saya lanjut melangkahkan kaki menuju daerah Minato Mirai 21, terutama menara Landmark, yang merupakan gedung tertinggi di Jepang. Selain ingin melihat seperti apa dalamnya, saya juga berharap bisa mampir ke mal sebelahnya, Landmark Plaza dan Queen’s Square. Saya juga mampir ke Hard Rock Café untuk membeli cendera mata dan makan siang.

Di seberang Hard Rock Café, tampak kincir angin yang merupakan satu bagian atraksi dari taman hiburan Cosmo World. Kincir angin ini bersama dengan gedung Landmark menjadi dua bangunan yang menjadi ciri khas Yokohama.

Setelah puas memborong beberapa T-shirt di outlet Uniglo di Queen’s Square, saya segera menyeberang jalan dan menuju lokasi kunjungan terakhir saya di Yokohama: dermaga Osanbashi.


Dermaga Osanbashi di Yokohama. Foto: Thinkstock

Selama berjalan menuju lokasi, godaan berbelanja cukup banyak karena saya menemukan dua mal besar lagi yang membuat perut pulas (ehem, Hello Kitty!), World Porters dan Red Brick Warehouse (Akarenga Soko). Mal yang terakhir ini cukup unik. Berhubung gedung tersebut bekas gudang pelabuhan, malnya agak temaram.


Mal yang bekas gudang pelabuhan, Red Brick Warehouse. Foto: Thinkstock

Seperti juga taman Yamashita, dermaga Osanbashi juga jadi tempat nongkrong yang asyik. Setelah dibangun ulang pada 2002, dermaga ini menjadi terminal penumpang untuk kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang masuk lewat Yokohama.

Yang agak menyakitkan mata adalah beberapa tuna wisma yang tertidur di bangku taman. Tak sangka, kota pelabuhan mewah seperti ini pun punya masalah yang sama juga ya.

 

Cr : Syanne Susita via yahoo!travel

Jepang dengan Anggaran Terbatas

Pesona Jepang seringnya memerlukan biaya besar dan mahal. Survey terbaru tentang biaya hidup menempatkan Tokyo dan Osaka sebagai dua kota dunia termahal. Tetapi turis beranggaran terbatas tidak perlu resah, masih ada cara untuk berwisata murah ke Jepang. Inilah beberapa tips untuk mengefektifkan uang saku Anda.

Photo credits – comedy nose

Rencanakan Dulu

Pengeluaran perjalanan bisa ditekan dengan perencanaan matang, seperti menggunakan layanan kereta api dan penerbangan domestik yang murah (menggunakan airpass). Beberapa fasilitas ini hanya tersedia bagi orang-orang asing, dan sering cuma bisa dibeli di luar Jepang. Anda juga dapat menghemat banyak uang dengan memprioritaskan atraksi apa saja yang ingin Anda lihat (dan apa yang bisa diabaikan).

Photo credits – hildgrim

Bepergian

Jika Anda berencana tinggal di Jepang sampai tiga minggu dan akan banyak melakukan perjalanan, JR Pass adalah cara terbaik berhemat. Harap dicatat, Anda perlu menukar semacam bukti pemesanan dari kantor penjualan resmi atau agen sebelum datang ke Jepang. Jadi, semua ini kembali ke poin pertama, perencanaan yang matang!

Ada juga berbagai Air Passes yang akan sangat berguna jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh di Jepang, misalnya, untuk mengunjungi pulau-pulau di selatan seperti Okinawa. Setiap biro memiliki Air Passes-nya sendiri-sendiri dengan harga dan rute yang
berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak.

Photo credits – Stefan

Penginapan

Ini adalah kebutuhan mahal lainnya, jadi cobalah layanan Couch Surfing jika anggaran benar-benar terbatas. Jika tidak, pilihan akomodasi murah berkisar antara youth hostel dan asrama. Ada juga lokasi perkemahan di seluruh Jepang, tetapi beberapa lebih sulit diakses daripada yang lain, sehingga intinya kembali lagi ke poin pertama, perencanaan!

Untuk pengalaman tak terlupakan yang benar-benar khas Jepang, habiskan semalam di berbagai penginapan tradisional, biasanya disebut Minshuku atau Ryokans. Ini memang bukan pilihan termurah, namun benar-benar bisa membuat Anda merasakan Jepang.

Photo credits – strikeael

Relawan

WWOOF adalah program sukarela yang sangat bagus, Anda hanya mengeluarkan biaya 5.500 Yen (sekitar USD60) per tahun. Program ini adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani cara hidup dan mengenal budaya Jepang. WWOOF biasanya akan memberi Anda akomodasi dan kamar secara gratis. Sebagai imbalannya, Anda bekerja selama 4-6 jam per hari. Jenis pekerjaan yang akan Anda lakukan tergantung dari satu tuan rumah ke tuan rumah lain. Di sinilah Anda berkesempatan untuk belajar keterampilan baru. Pada saat yang sama, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari tuan rumah, mereka mungkin bisa memberi tur lokal dan kegiatan.

Photo credits – fujisan3(MR.mt)

Makan Seperti Penduduk Lokal

Makanan di Jepang tidak semahal yang Anda kira, dan untungnya, sangat mudah menemukan tempat makan murah. Restoran biasanya menampilkan menu yang mencantumkan daftar harga mereka di luar. Cobalah ke berbagai bar ramen, semangkuk soba, udon atau ramen di sana harganya mulai dari 250 yen. Restoran sushi dengan ban berjalan juga murah, harga sepiring sushi berkisar antara 100 sampai 200 yen.

Photo credits – FMYFJHR

Tur Gratis

Pada siang hari, kunjungi kuil terbaik, museum dan atraksi lainnya. Rencanakan terlebih dahulu, maka Anda dapat menemukan berbagai tur gratis, lengkap dengan pemandu. Ini adalah cara terbaik untuk mengenal sejarah budaya Jepang. Ada baiknya mengecek tiket-tiket murah lain yang memungkinkan Anda berhemat, seperti Tokyo Museum Grutt Pass yang memberikan akses ke 66 tempat selama dua bulan.

 

Cr : yahoo!travel

Kota-kota Paling ‘Berbahaya’ di Asia

Inilah kota-kota terbaik di Asia yang akan mengakomodasi berbagai kenakalan Anda.

Tujuh kota sibuk di Asia ini menawarkan berbagai macam godaan. Anda bisa makan dengan rakus di Taipei atau menjadi seorang pesolek di Manila. Kota-kota ini bisa menjadi alasan tersendiri untuk berdosa.

1. Kerakusan: Taipei, Taiwan

Makanan murah bisa Anda temukan di manapun, siang maupun malam.

Ada 18 jalan di Taipei yang didedikasikan hanya untuk berjualan makanan. Di tempat-tempat yang biasanya akan terdapat halte bus, di Taipei Anda akan menemukan makanan panggang. Trotoar menjadi kios penganan. Bau tahu fermentasi pun memenuhi udara.

Pasar malam di Taipei jadi terkenal karena pilihan camilannya. Biasanya, makanan-makanan ini dikenal dengan sebutan xiaochi, yang arti harfiahnya adalah “makanan kecil”. Harga makanan kecil ini antara $ 1-2.

Perut Anda sangat mudah membuncit di kota ini.

2. Kemalasan: Seoul, Korea Selatan

Jika tidak lembur, orang-orang Korea Selatan akan menghabiskan bandwidth.

Internet di Seoul sudah ditata, dikelola, dan dirapikan sedemikian rupa sampai, saking cepatnya, orang tidak perlu bergerak ke mana-mana. Penduduk Korea Selatan bisa berjam-jam bermain World of Warcraft dengan nyaman.

Korea Selatan ada di peringkat 15 kota termalas di dunia (dan nomor satu di Asia) oleh The Daily Beast. Dan ada alasan mereka bisa menjadi lebih malas lagi.

Proposal terbaru dari pemerintah mengusulkan kemajuan teknologi digital. Alasannya adalah permintaan dari game online dan video streaming di Seoul. Pada 2012, kecepatan Internet di kota berpenduduk 39 juta orang ini bisa mencapai 1000 Mbps.

3. Kebanggaan: Manila, Philippines

Wanita-wanita Filipina terkenal akan kecantikannya. Tapi para prianya terlalu sibuk mematut-matut diri mereka sendiri di depan cermin.

Menurut penelitian terbaru dari Synovate, pria Filipina adalah yang paling narsisistik di Asia. Sekitar 48 persen dari pria-pria ini meyakini diri mereka menarik secara seksual.

Dan sekitar 9 dari 10 pria yang mencabut alisnya mengaku, mereka ingin terlihat keren untuk dirinya sendiri, bukan untuk memikat wanita.

Jika dibandingkan, hanya 25 persen pria di Singapura yang yakin dirinya atraktif. Angka itu hanya mencapai 17 persen di Cina dan Taiwan, sementara di Hongkong hanya 12 persen pria yang berpikir mereka menarik.

4. Ketamakan: Shenzhen, Cina

Saat semua orang berusaha menghemat pengeluarkan, Shenzhen tak henti-hentinya mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli produk-produk teknologi tinggi.

Shenzhen adalah satu dari sekian banyak kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pemasukan domestik bruto provinsi ini mencapai $ 42 miliar — itu artinya lebih dari PDB negara seperti Guatemala, Lebanon, dan empat kali lebih besar dari Islandia.

Tinggal tunggu waktu sampai ada 1 miliar jutawan di Cina. Filosofi Shenzhen berkata, jika kamu tidak bisa menghasilkan satu juta, maka hasilkanlah satu miliar.

5. Gairah: Tokyo, Jepang

Industri seks Jepang diperkirakan mencapai ¥ 2.5 triliun ($ 30 miliar), nomor dua di bawah industri otomotifnya.

Menurut penulis “Pink Box”, Joan Sinclair, “Jepang bisa menawarkan apa pun yang bisa Anda bayangkan.”

Dari porno yang menjijikkan sampai pelayan kafe, Tokyo seperti seorang pria tua berpikiran jorok di tubuh seorang remaja. Dan dia memuaskan keinginan-keinginan kotornya dengan semangat seorang eksibisionis.

Tokyo adalah kota yang bisa memenuhi fetis Anda, atau tempat Anda bisa dimandikan oleh seorang remaja muda berseragam.

6. Iri: New Delhi, India

Pada 2010, orang India adalah emigran kedua terbesar dunia setelah Meksiko. Data ini berdasarkan Migration and Remittances Factbook 2011 dari Bank Dunia.

Ada sekitar 11,4 juta orang India yang bermigrasi untuk mencari penghidupan lebih baik. India dan ibu kotanya, New Delhi, mengalami sindrom “rumput tetangga lebih hijau” yang terparah.

7. Dendam: Pyongyang, Korea Utara

Keras kepala, suka membuka konfrontasi, antidamai… ibu kota Korea Utara seperti remaja labil Asia. Tetapi, tidak seperti remaja yang suka mengekspresikan rasa ketidakamanan mereka dengan menindik bagian tubuh atau mewarnai rambut, Korea Utara lebih suka menenggelamkan kapal atau menembaki pulau-pulau dengan peluru.

Olahraga nasional Korea Utara adalah Taekwondo. Jika terjadi kekurangan pangan, maka militerlah yang lebih dulu dilayani. Film-film propaganda terus-menerus berbicara tentang kekuatan tak terlihat tentara Korea Utara. Poster-poster di Pyongyang juga berpesan, “Kedamaian ada di ujung bayonet.”

Dengan penduduk sekitar 24 juta orang, Korea Utara memiliki 1 juta tentara.

Cr : Andrew Willis via yahoo!travel

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Menjelajahi Tokyo Dengan ‘Densha’ dan ‘Chikatetsu’

Tokyo adalah sebuah kota metropolitan dengan sistem transportasi publik yang komprehensif. Untuk menjelajahi kota ini, kita tidak memerlukan bantuan pemandu wisata — cukup peta transportasi umum seperti bus, densha (kereta api), dan chikatetsu (kereta bawah tanah).

Jaringan kereta api dalam kota di Tokyo dioperasikan oleh beberapa perusahaan layanan, dan merupakan salah satu jaringan kereta api yang terbesar dan tersibuk di dunia. Terdapat hampir 300 stasiun yang tersebar dalam 14 jalur, seluruhnya menempuh jarak 328 km.

Setiap hari, jaringan ini mengangkut delapan juta penumpang dengan daerah cakupan yang membentang dengan jarak hampir menyamai Jakarta-Bandung.

Dengan densha dan chikatetsu, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Tokyo seperti Shinjuku, Ikebukuro, Ginza, Asakusa, Shibuya, dan Harajuku (berhenti di Meiji-jingumae).

Stasiun densha dan chikaketsu sendiri bisa menjadi atraksi. Saksikan dan cobalah beragam jenis mesin penjual minuman dan makanan yang ada di sana. Juga ada mesin penjual bunga, serta mesin yang bisa menebak usia serta jenis kelamin Anda.

Agar tak perlu pusing membaca peta atau bingun berpindah jalur dan stasiun, Anda tinggal menaiki jalur Yamanote Line — yang melingkari kota Tokyo dan berhenti di berbagai atraksi wisata di kota ini.

Hampir semua mesin penjual tiket dilengkapi dengan panduan dalam bahasa Inggris. Tarif kereta bervariasi tergantung jarak dan dibedakan antara dewasa dan anak-anak. Lihatlah tarif ke tempat tujuan Anda, dan masukkan uang kertas atau koin untuk membeli tiket.

Jika ada kendala teknis atau bahasa, silakan bertanya kepada petugas — tetapi untuk itu diperlukan sedikit kemampuan berbahasa Jepang.

Pilihan lainnya, Anda bisa membeli tiket terusan untuk satu atau dua hari. Dengan begini, Anda bebas menggunakan jasa operator tertentu dalam 24 jam tanpa harus membeli tiket lagi untuk masing-masing jalur.

Dengan tiket terusan Holiday Pass seharga ¥ 2300 (sekitar Rp 230 ribu), Anda bahkan bebas menggunakan seluruh sistem transportasi publik di Tokyo selama 24 jam pada Sabtu, Minggu, dan hari besar.

Berpindah dari satu jalur ke jalur lain (atau stasiun) relatif mudah dan nyaman. Namun terkadang banyaknya terowongan bawah tanah bisa membingungkan. Untunglah hampir setiap marka stasiun dilengkapi dengan tulisan berhuruf Latin.

Jika Anda bepergian di hari kerja, ada baiknya untuk memerhatikan jam sibuk yakni pada pukul 07.00-09.00 pagi dan 17.00-19.00 petang.

Website http://www.jorudan.co.jp/english/norikae/ dapat membantu dalam merencanakan perjalanan dengan si densha dan chikatetsu ini. Jasa gratis ini juga menyediakan aplikasi untuk Apple iOS untuk iPhone, iPod Touch atau iPad.

Sigit Adinugroho dapat dikunjungi di blog perjalanannya, www.ranselkecil.com.

 

Cr : Sigit Adinugroho via yahoo!travel

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Lima Gunung Api Spektakuler yang Wajib Dikunjungi

Gunung Bromo, Indonesia

Untuk aksi vulkanik dan pemandangan yang menakjubkan, Gunung Bromo di Jawa Timur tidak punya lawan sepadan. Gunung setinggi 2329 m di atas permukaan laut ini selalu mengeluarkan asap belerang dan kadang tertutup kabut lebat. Keindahan yang sangat layak untuk diabadikan.

Gunung Bromo adalah gunung “termuda” dari kompleks gunung api Tengger yang luas dan berumur 820 ribu tahun. Dari Gunung Bromo, pengunjung bisa melihat puncak tertinggi di Jawa, yaitu Gunung Semeru, yang aktif mengeluarkan asap dalam jumlah besar tiap 20 menit.

Gunung Bromo memang relatif mudah dicapai (bisa dengan 45 menit berjalan kaki atau menaiki jip dari desa terdekat, Cemoro Lawang). Tapi kondisinya tidak selalu aman. Dua turis meninggal karena terkena ledakan batu pada 2004.

Gunung Hallasan, Korea Selatan

Gunung Hallasan, puncak tertinggi di Korea (1950 mdpl), termasuk dalam kelompok gunung api Jejudo.

Ada sekitar 4 ribu jenis hewan dan 1800 tumbuhan yang menjadikan Hallasan sebagai habitat mereka. Lihat juga danau kawah Baekrokkdam di puncak. Baekrokkdam atau “Danau Seratus Rusa” yang indah mengilhami cerita rakyat tentang peri-peri yang turun dari langit untuk bermain dengan rusa putih. Banyak turis yang mengunjungi Hallasan pada musim semi untuk melihat mekarnya bunga azalea di pegunungan.

Gunung ini juga cukup mudah didaki. Jalur sepanjang 10 km dapat selesai Anda jalani dalam sehari.

Gunung Aso, Jepang

Kaldera terbesar di dunia ini (lebarnya 24 km) memiliki kuil pemujaannya sendiri. Gunung Aso adalah penanda Jepang yang paling terkenal dan penghasil uang untuk prefektur Kumamoto di Kyushu, Jepang.

Atraksi utama di Gunung Aso adalah danau kawah berwarna biru muda yang beruap di Gunung Nakadake. Kereta gantung akan mengangkut turis menuju puncak gunung api, dan di sana ada kompleks yang penuh dengan kios oleh-oleh serta jajanan. Di pinggir kawah juga ada semacam trotoar yang tertata rapi. Di Aso, Anda juga akan menemukan sekumpulan tempat pemandian air panas.

Gunung Pinatubo, Filipina

Gunung Pinatubo tidak sekadar “pulih” dari bencana ledakan besar pada 1991, tapi kini juga menjadi sumber pemasukan untuk lokasi utama olahraga ekstrem.

Pada 1991, Gunung Pinatubo mengeluarkan ledakan vulkanik terbesar kedua dunia dalam 100 tahun terakhir. Ledakan itu menyebabkan suhu dunia turun 17,27 derajat Celsius dan korban tewas mencapai 800 orang. Kerugian financial ditaksir sekitar $ 250 juta.

Dua dekade kemudian, kota-kota di sekitar Gunung Pinatubo hidup dari sektor pariwisata karena ledakan legendaris tersebut.

Anda bisa melakukan pendakian ekstrem di Angeles City serta paket-paket berkendara di antara aliran lahar Pinatubo, yang bentuknya berupa kolam lumpur raksasa berisi materi vulkanis. Ada juga kegiatan terjun payung dan tur udara seharga $ 55 per orang.

Gunung Fuji, Jepang

Tidak mungkin menulis tentang gunung api utama di Asia tanpa memasukkan Gunung Fuji dalam daftar. Gunung Fuji atau Fuji-san adalah gunung tertinggi di Jepang dan ikon nasional atas keindahan pemandangan dan ketinggiannya (3776 m).

Selain menjadi tempat paling utama untuk berfoto dan memamerkannya ke teman-teman atau keluarga di rumah, Gunung Fuji adalah lokasi olahraga ekstrem bagi pencari adrenalin. Setiap musim panas, sekitar 200 ribu orang mendaki gunung ini. Waktu yang mereka butuhkan antara 4-8 jam. Ada juga “sekolah” dan pusat paragliding di area parkir stasiun Gotemba kelima.

Pengunjung bisa saja tidak beruntung datang ke Gunung Fuji saat berawan. Sebagai gantinya, Anda bisa mengunjungi Hakone yang permai di timur Gunung Fuji, serta Lima Danau Fuji, di utara gunung api.

Cr : yahoo!travel

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Gua Bawah Tanah yang Dramatis di Okinawa

Pembaca CNNGo Michael Lynch menjelajahi gua-gua purba di Okinawa dan menemukan arus air yang bercahaya, stalaktit dengan warna-warna psikedelik serta botol-botol minuman.

Dengan suhu rata-rata tahunan mencapai 22 derajat Celsius dan lebih dari 2000 mm curah hujan per tahun, pulau Okinawa adalah lokasi yang sangat lembab untuk dikunjungi.

Berselancar angin, berenang, snorkeling, scuba dive, jet ski, dan boating adalah aktivitas populer di sini. Anda yang tidak tertarik dengan aktivitas-aktivitas air, ada lima situs UNESCO yang bisa dikunjungi, serta berbagai festival pada bulan-bulan hangat.

Seperti laiknya pulau-pulau tropis lainnya, akan ada hari-hari hujan atau hari yang sangat panas dan lembab, saat semua pejalan lebih memilih bersembunyi di kamar hotel mereka. Tapi itu bukan liburan!

Maka ikatlah tali sepatu jalan Anda dan kunjungi gua-gua bawah tanah ini…

Gua Gyokusendo

Hanya 10 km dari selatan Bandara Naha, gua ini bisa dicapai dengan bus atau mobil dalam waktu kurang dari satu jam. Gua Gyokusendo adalah sistem gua terbesar kedua yang ditemukan di Jepang dan memiliki jalur sempanjang 800 meter yang bisa dilalui pengunjung.

Gua ini memiliki sungai-sungai kecil, air terjun, stalaktit dan stalagmit yang sudah terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Gua ini memiliki penerangan yang baik dan sangat memperhatikan keamanan para pengunjung.

Pegangan tangan berbahan metal dan jalur pejalan kaki membuat berjalan sepanjang 800 meter di gua ini mengasyikkan. Tetapi Anda tetap harus waspada. Ada titik-titik yang licin, tempat kelembaban terakumulasi pada tali-tali tambang.

Pendeteksi gerakan akan menyalakan lampu, gua pun hidup dengan warna-warna psikedelik yang terpancar pada lapisan es stalaktit di atas kepala. Gemericik air dari sungai kecil dan air terjun bisa terdengar di sepanjang gua dan, di beberapa tempat, kolam-kolam air itu memancarkan cahaya biru dari lampu-lampu yang dipasang secara strategis di bawah permukaan air.

Meski suasananya damai, menenangkan, dan sunyi, tidak butuh imajinasi lebih untuk membayangkan kemunculan tiba-tiba sesosok monster dari bentuk dan bayangan tak biasa dari bebatuan di gua ini. Para produser film pun pernah menjadikan gua ini sebagai lokasi syuting film Godzilla pada 1974.

Gua Gyokusendo, 9.00-18.30. (November-Maret: 9.00-18.00) ¥1,200 untuk gua and Okinawa World Village. Fasilitas: kamar kecil, toko suvenir, restoran. Parkir: gratis dan tak terbatas. Untuk info lebih lanjut tentang Gua Gyokusendo, kunjungi http://www.japan-guide.com atau http://www.okinawa-information.com.

Gua dan Kuil Kin Kannon-do

Kuil Kin (Kannon), yang paling tidak ramah pejalan kaki dari tiga gua yang ada, memberikan kejutan dan sejarah yang unik. Sepatu jalan yang kuat, bukan sandal atau sandal karel, disarankan untuk mencegah terkilir atau jatuh saat menelusuri kedalaman gua.

Pada 1552, misionaris Buddha yang sedang berperjalanan dari Cina ke Jepang, diselamatkan dari kapal karam oleh para penduduk desa Kin dari taifun. Saat tinggal di sana, ia mendirikan Kuil Kin. Patung emas Buddha yang disumbangkan oleh misionaris itu duduk tersenyum di dalam gua.

Jalan turun menuju gua ini cukup curam, pegangan tangan disediakan di sepanjang tangga tapi tak lama sampai para pengunjung sampai di permukaan yang rata. Meski kering pun, jalan-jalan di gua ini bisa licin.

Sepanjang jalan, pengunjung bisa melihat hio yang dibakar dan ada persembahan-persembahan, menandakan pemujaan pada titik-titik sakral. Setelah Anda sampai pada permukaan tanah yang cukup datar, ada banyak keunikan-keunikan yang bisa dilihat.

Ada ribuan botol Tatsu Awamori (Sake khas Okinawa) berukuran 1,8 liter yang sengaja disimpan dan didinginkan di sejuknya kedalaman gua. Para pengunjung membayar ¥10 ribu per botol untuk menyimpan di rak-rak kayu yang berjejer di belakang gua selama 5 sampai 10 tahun.

Botol-botol ini akan diberi label nama pemiliknya dan tanggal mulai disimpan. Beberapa orang bahkan menempelkan foto bayi atau pernikahan, lainnya hanya nama dan tanggal.

Para pemiliknya akan mengambil botol ini pada saat-saat istimewa, seperti kelulusan seorang anak, merayakan anak tumbuh dewasa, atau pesta peringatan tahunan.

Saat saya berjalan kembali ke puncak tangga yang licin, saya berhenti di depan patung Buddha yang tersenyum, seolah tengah menjaga harta karun di bawah dan berpikir, “Ya, saya juga akan tersenyum seperti itu.”

Gua dan Kuil Kin Kannon-do, tel. +81 (0)98 968 2438 (Penyulingan Kin), buka tiap hari 9.00-17.00, ¥400. Fasilitas: kamar mandi dan toko suvenir. Parkir: di jalan sekitar dan belakang kuil. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kuil Kin Kannon-do, kunjungi http://www.showcaves.com atau http://www.wonder-okinawa.jp.

Cr : Michael Lynch via yahoo!travel

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Negara Terbaik sebagai Tempat Wisata Kuliner

Setiap negara pasti punya makanan khas dengan ciri – ciri dan keunikan masing – masing. Meski ada beberapa makanan yang merupakan hasil perpaduan atau pengaruh dari makanan daerah lain, hal ini tidak mengurangi keunikan suatu negara yang pasti membuat siapapun ketika memakan makanan khas langsung teringat dengan makanan tersebut. Apa Indonesia termasuk di dalamnya? Ayo kita lihat :

1. Jepang

*ingat shinchan* 🙂

Alasan Jepang menjuarai list ini tidak lain karena makanan Jepang berasa netral. Lain halnya dengan makanan Indonesia yang sangat eksotik, pedas, dan bersantan, India yang terlalu berempah dan berkari, serta Arab yang berlemak, makanan Jepang bisa diterima dengan mudah di lidah siapapun termasuk orang – orang bule yang lidah sama perutnya rada rewel. Selain itu, berkat pengaruh manga dan anime, makanan Jepang sangat digemari oleh anak muda Indonesia yang rata – rata penasaran untuk mencicipi makanan Jepang itu bagaimana rasanya. Selamat pada Jepang! Terbukti, Asia jauh lebih unggul dari benua lain kalau masalah kuliner.
Tapi,biar kita hanya menduduki urutan ke tiga, kita harus tetap banga pada makanan kita sendiri! Mudah-mudahan Indonesia menjadi peringkat satu!

2. Perancis

Kalau dengar kata makanan Perancis, pasti pikiran melayang pada sebuah candlelight dinner romantis dengan cahaya lilin dimana – mana dan iringan musik cinta yag merdu dengan pasangan terkasih..Ah, c’est l’amour! Tidak hanya romantis, makanan Perancis juga menduduki urutan pertama makanan yang terkenal akan kemewahan dan kualitasnya! Yah, makanya enggak aneh kalau makanan Perancis sering bikin kantong mencicit karena harganya.Lihat saja makanan mewah macam escargot dan foie gras. Perancis tetap saja merupakan makanan Eropa yang memiliki rasa kurang berani dan berat di ongkos.

3. Indonesia

*kesukaan aku, nih* 🙂

Makanan kita masuk!! 🙂 Suatu kebanggaan yang luar biasa *hahahaha*. Masalah cita rasa, beragam banget, kan! Seperti daerah Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi yang pedas, lalu daerah Jawa yang manis, dan Sunda yang natural. Tapi tidak bisa dipungkiri, makanan Indonesia sangat dipengaruhi oleh India, Arab, Cina dan barat, tergantung daerah. Sumatra memiliki ciri Arab dan India seperti makanan Melayu lain dengan kari, lemak, dan rempahnya.Mungkin pembahasan makanan Indonesia tidak perlu terlalu detail, karena kalau enggak ngerti tentang makanan ini, sungguh terlalu.
Cintailah makanan Indonesia.

4. Italia

Siapa yang enggak kenal pasta? Spageti? Makaorni? Lasagna? Atau jenis lain macam pizza? Bisa dibilang makanan Italia adalah makanan Eropa yang paling Indonesia. Dari mulai yang paling mahal hingga yang paling murah, makanan Itali bisa ditemukan dimana – mana.

5. Korea

*ingat Jonghyun, my jagiya* ♥

Berita baik untuk para penggemar K-Drama dan K-Pop *aku termasuk. yeay!!* 🙂 Enggak salah memang, berkat K-Drama dan boybandnya, kebudayaan Korea semakin terkenal, bahkan mulai menggeser Jepang. Korea mulai dilirik sebagai kiblat fashion dan pariwisata baru. Tahu Bibimbap? Ya, makanan Korea ini memang terkenal. Tapi dulu, Bibimbap hanya boleh dimakan oleh keluarga kerajaan. Sama juga seperti guksu, mie asli Korea yang mirip bihun tapi lebih tebal. Guksu ini nanti diolah menjadi macam2 makanan, contohnya Japachae, memil guksu, dan jjolmeyon. Kalau dilihat dari gambarnya, enak tuh dimakan pas musim dingin (atau di Indonesia musim hujan) Kkkkkkk~

6. China


Di setiap sudut negara, pasti ada yang namanya makanan China. makanan Cina dibagi menjadi empat macam dan kemudian dibagi lagi menjadi delapan. Keempat kategori makanan Cina yaitu Kanton yang ada di Provinsi Guangdong, Cina Selatan. Makanan Guangdong memang paling terkenal termasuk di Indonesia karena orang Kanton banyak yang merantau. Kalian pasti tidak asing dengan telur asin, kan? Ya, makanan ini adalah makanan asli Guangdong yang disebut Ham Aap Dam.

7. India


Hm…makanan India terdapat di berbagai belahan dunia. Meskki orang Indonesia, makan makanan India tetap harus berhati – hati atau rempahnya yang kuat bikin kaget!Tapi yang pasti kalian seharus sudah sangat familiar dengan kari, roti cane, nasi biryani, dan martabak, kan?

8.Austria

Seperti kebanyakan makanan Eropa, makanan Austria sangat classy. Tipe – tipe makanan yangdengar namanya saja bikin ciut dompet! Apalagi Austria terkenal sebagai tempat lahirnya musisi – musisi dan seniman yang juga classy dan Austria memang dikaitkan dengan gedung – gedung konser mewahnya terutama di Vienna (Wina).
Ciri khas makanan Austria yang terkuat adalah pada pastry dan cake. Yummm….lihat gambarnya saja sudah bikin engga tahan nih….

Yummi! Makanan Eropa memang selalu menang di kue dan salah satu ciri khasnya adalah selai. Yang di atas adalah Apfelstrudel, pastry yang diisi apel, kayu manis, dan kismis. Gambar nomor dua adalah Sachertorte, kue cokelat dengan selai aprikot. dan yang ketiga adalah Kaiserschmarrn adalah pancake dengan selai raspberry.
Wiener Schnitzel adalah makanan berupa daging tanpa tulang dengan roti kering dan saus lemon atau raspberry. Makanan ini sangat terkenal dan menjadi ciri khas makanan Austria.

9. Mexico


Bisa dibilang, makanan Mexico tidak tercampur dengan cita rasa makanan lain kecuali daerah sekitar Amerika karena makanan – makanan Mexico sudah ada sejak ribuan tahun dibawa oleh Suku Indian Inka dan Aztek dan kemudian dimoderinisasi.
Contoh masakan Mexico itu, Pambazo, Flautas, Champurrado,dan dulce de leche (Untuk keterangannya baca wikipedia aja deh. ENtah kenapa susah banget ngejelasinnya

Buat yang merasa jagoan, ada menu khusus nih! Namanya Chapulines. Apaan tuh??? Hehehe…makanan ini terbuat dari……………….. JANGKRIK bakar! Ada yang Doyan?

10. Yunani


Makanan Yunani memang belum familiar di Indonesia, tapi makanan Italia dengan pasta dan tomatnya tidak asing dengan lidah kita. Begitu juga dengan makanan Turki yang mirip – mirip makanan Arab dengan daging, lemak, dan rempahnya yang berani.makanan Yunani dengan pengaruh Italia adalah Pastitsio.makanan ini menggunakan pasta makaroni.

Dengan cita rasa asli Yunani yang sederhana, Italia dengan tomat dan pasta, Mediterania dengan olive oil, Turki dengan dagingnya, dan Arab dengan rempah – rempahnya yang berani membuat masakan Yunani kaya cita rasa. Semoga bisa cepat menikmatinya di Indonesia yah!

Cr : beritawa.net

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Wisata Terbaik di Jepang

Berlibur adalah hal yang tentunya sangat menyenangkan, apalagi apabila Anda berencana untuk menghabiskan liburan ke luar negeri. Anda pernah ke Jepang? Bila belum, Anda patut mengunjungi negeri sakura itu.

Ada begitu banyak tempat di Jepang yang menarik dan patut dikunjungi. Bila Anda berencana ke sana, ada cukup banyak jasa pemandu wisata yang akan membimbing Anda untuk menikmati keindahan Jepang.

1. Tokyo Disney Resort

Bila Anda suka berkunjung ke taman hiburan, Tokyo Disney Resort bisa menjadi jawaban yang tepat. Taman hiburan ini berada di prefektur Chiba dan telah mendapat lisensi dari The walt Disney Company.

P01 0000 Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau
p202095 Tokyo Ariels Seaside Treasures Tokyo DisneySea Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau

2. Ueno Park

Jepang terkenal dengan bunga sakuranya yang sangat indah. Bila Anda ingin menikmati kecantikan bunga ini, datanglah ke Ueno Park pada saat musim semi yang terjadi sekitar bulan Maret hingga Mei.

Ueno Park memang tempat yang paling terkenal dan telah menjadi lokasi wisata Jepang yang paling diminati untuk melakukan hanami, yaitu piknik sambil menikmati mekarnya bunga sakura.

tokyo ueno park Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau
Ueno Park Tokyo Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau

3. Fuji-Q Highland

Wisata Jepang yang satu ini berupa taman hiburan yang menyuguhkan wahana permainan paling mendebarkan, salah satunya adalah roller coaster yang sangat tinggi dengan lintasan yang panjang.

fujiq10 Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau
roller coast 001 Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau

4. Universal Studios Japan

Bagi Anda yang suka dengan dunia film, jangan lewatkan wisata Jepang yang satu ini. Universal Studios Japan yang berada di Osaka ini menyuguhkan berbagai hiburan, mulai dari atraksi dari perfilman Hollywood, bioskop (2D, 3D, bahkan 4D) atau Anda bisa sekedar berjalan-jalan di tempat yang mirip sekali dengan lokasi suatu film.

1216 Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau
4.1237453920.universal studios Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau

5. Biei

Biei adalah kota kecil di Hokkaido dan sebenarnya bukanlah tempat wisata yang akan menyajikan berbagai hiburan seperti objek wisata Jepang lainnya. Namun kota kecil ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya yang berupa bukit bunga

biei Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau
pp hokkaido biei 1024x768 Berkunjung ke Tempat Tempat Wisata di Jepang yang Memukau

Cr : kaskus.us

TAKE OUT WITH FULL CREDITS

Enam Jalur Pendakian Terbaik di Asia

Sebagai sebuah percampuran antara benua yang besar dan ekspansif dengan negara-negara kepulauan, Asia adalah lanskap geologis yang dinamis.

Ditambah lagi adanya aktivitas vulkanik di Kepulauan Pasifik. Hasilnya adalah tempat yang fantastis bagi para pejalan dan pendaki.

Kawasan ini memiliki banyak pemandangan indah, dari pantai-pantai yang hangat, hutan tropis, hingga pegunungan bersalju. Kali ini, kami menyoroti jalur pendakian yang mendekatkan Anda pada alam. Dan inilah daftar enam jalur pendakian terbaik di Asia.

Jalur Pantai Abel Tasman, Selandia Baru


Kredit foto – patleahy

Selandia Baru mungkin adalah salah satu negara terbaik di dunia untuk pendakian, sehingga akan salah besar jika saya tidak  memasukkannya ke daftar ini. Meski ini pilihan yang sulit dan setiap orang punya opini pribadi, saya tetap pada pilihan favorit saya di Abel Tasman.

Berputar-putar sepanjang pesisir barat laut pulau Tasmania, Anda akan mendapatkan rute yang lumayan datar dan terus-menerus memberi Anda pemandangan laut. Tetapi, Anda tetap bisa menjelajahi flora dan fauna di sekitar situ. Menyeberangi sungai laut dan aliran air akan membuat perjalanan semakin seru, tapi sisakanlah waktu untuk duduk bersantai di beberapa pantai yang nyaris kosong dan masih bersih di sepanjang jalan.

Wilson Trail, Hong Kong


Kredit foto – yunmeng

Tak jauh dari kumpulan lampu neon dan asap polusi Hong Kong, ada jalur pendakian yang menarik. (Siapkan saja masker wajah jika Anda sensitif terhadap polusi). Anda bisa berjalan menuju New Territories untuk jalur pejalan kaki yang panjang dan berpemandangan indah, tapi Anda juga bisa menemukan jalur pendakian di Pulau Hong Kong.

Pilihan populer adalah Wilson Trail, jalur sepanjang 87 km dari Stanley di pulau sampai ke Nam Chung di Semenanjung Kowloon. Jalur ini akan melelahkan, tapi pemandangan yang akan Anda dapati dari puncak-puncak di sepanjang rute ini akan sebanding dengan usaha Anda.

Tebing Harimau Melompat, Cina


Kredit foto – hectorgarcia

Jika Anda menginginkan sebuah petualangan Cina yang luar biasa, maka pergilah ke Tebing Harimau Melompat. Di sana, Anda bisa mendaki sambil melihat lanskap menarik di salah satu tebing sungai terdalam di dunia. Dengan panjang 15 km, tebing ini diberi nama “Harimau Melompat” karena seekor harimau legendaris pernah melompat dari pinggir tebing untuk menyelamatkan diri dari seorang pemburu. Tetap saja, ini bukan lompatan yang mudah, karena pada jarak terdekatnya, lebar antartebing adalah 25 meter.

Jalur yang dinamai High Road ini agak sempit, tapi tetap terjaga dan memiliki beberapa perhentian akomodasi. Anda juga bisa berjalan lebih dekat ke sungai sehingga bisa merasakan kedalaman lembah tebing dan melihat air, tapi kadang jalur ini bisa tidak stabil dan kurang aman. Jalur tebing tidak aman untuk pendakian sepanjang hujan di musim panas.

Overland Track, Australia


Kredit foto – rickmccharles

Terletak di kawasan sepanjang 65 km di Australia yang paling indah, Overland Track di Tasmania adalah tempat yang harus Anda kunjungi jika berada di pulau ini. Dari Gunung Cradle sampai Danau St Clair terhampar keajaiban alam, dan di sepanjang jalan Anda bisa melihat beberapa gunung tertinggi di Tasmania dan air terjun indah. Jalur ini juga sangat cocok untuk melihat ekosistem unik di pulau ini. Cukup menantang tapi sepadan jika dibandingkan dengan jalur-jalur serupa di kawasan ini. Pastikan Anda meminta izin sebelumnya dan jagalah kebersihan.

Pegunungan Pamir, Tajikistan


Kredit foto – acordova

Tajikistan tampaknya mulai jadi tujuan populer, tapi masih sulit dicapai. Percaya atau tidak, Pegunungan Pamir yang menawan dan masih perawan ini menawarkan jalur pendakian dan jalan kaki yang sesuai untuk semua tingkat kebugaran. Anda membutuhkan izin (yang tidak mahal) untuk mengakses jalur-jalur ini. Mengingat jalurnya cukup terpencil, pastikan Anda membawa semua peralatan yang dibutuhkan dan persiapkan diri dengan cara-cara keselamatan di pegunungan. Gharm Chasma dan Julandee adalah titik-titik awal yang bagus untuk menjelajahi daerah ini. Jangan lupa membawa kamera!

Gunung Fuji, Jepang


Kredit foto – molas

Ada ungkapan seperti ini, “Anda bijak jika sekali mendaki Gunung Fuji, tapi bodoh jika mendakinya dua kali.” Terletak sangat dekat dengan Tokyo, Gunung Fuji terlihat sangat besar dan sulit, tapi pendaki dari berbagai usia dan tingkat pengalaman sudah mendakinya tanpa kesulitan. Waktu terbaik pendakian adalah Juli-Agustus, cuacanya paling baik dan kebanyakan saljunya sudah meleleh.

Meski begitu, rutenya masih akan cukup berlumpur, jadi sepatu yang bagus harus disiapkan. Melihat matahari terbit di puncak Gunung Fuji adalah pengalaman yang surealis, tak banyak yang bisa membandinginya. Untuk melakukan ini, Anda harus mulai mendaki sejak siang, sehari sebelumnya. Lalu menginaplah di pondok-pondok yang tersedia di sepanjang jalan. Ini adalah pilihan populer; ada banyak pondok yang bisa Anda inapi dan sistemnya sangat mendukung turis. Hanya ingat, setelah Anda selesai, masih ada beberapa jam transportasi sebelum Anda kembali ke akomodasi (jika menginap di Tokyo). Dan itu berarti perjalanan panjang.

Dan jangan ketinggalan…

Anda harus selalu melakukan riset tempat-tempat tujuan Anda, kebutuhan akomodasi serta peralatan, dan tingkat kebugaran sebelum Anda berangkat.

Selamat berjalan-jalan!

*aku mau kesana! Harus belajar rajin-rajin* 😀

Cr : yahoo!travel

TAKE OUT WITH FULL CREDITS