What If … [part 7]

Author :  @dbling826

Judul : What If …

Kategori : Continued

Cast :

– Choi Ha Seok (readers)

– Leeteuk

– Super Junior Members

– Choi Ha Seok Family

part 1 – part 2 – part 3 – part 4 – part 5 – part 6 – part 7 – part 8

***

Sejak kejadian dimana dia memberiku jaketnya, hubungan kami semakin membaik. Kami tidak lagi membicarakan masalah sepele itu bahkan sepertinya masing-masing dari kami sudah lupa dengan masalah itu. Ternyata, aku salah nilai selama ini. Betul kata ryeowook. Dia sangatlah baik. Leader ini benar-benar tau bagaimana menempatkan seorang perempuan. Atau mungkin karena ia mempunyai noonaWho knows. Yang penting, aku bisa keluar dari masalah ini dan hidup tenang kembali.

Hari ini teaser MV mereka yang berjudul Mr. Simple dirilis. Seperti dugaan kami dan para staff lainnya, dalam waktu hitungan jam, yang menonton teaser itu lebih dari seribu orang. Bisa dinilai, MVnya nanti pasti akan ditonton jutaan orang. Seminggu lagi, mereka akan tampil di panggung Music Bank, salah satu program musik di Korea Selatan sebagai panggung pertama comeback mereka. Jutaan ELF diseluruh dunia sudah menanti-nanti comeback akbar ini. Ini bisa dilihat dari banyaknya komentar yang masuk ke situs official SM Entertainment yang menanyakan comeback dan kegiatan lain dari Super Junior. Aku sendiri takjub dan sangat bangga bisa menjadi bagian dari comeback ini. Siapapun pasti ingin menjadi bagian dari comeback ini. Apalagi mengurus leader kesukaanku itu. KesukaankuAishi !!

“Ha Seok-a” sebuah suara memanggilku. Aku berbalik. Sora unnieAda apa dia memanggilku?

“Kau di cari oleh ibu kepala bidang stylist. Temui dia di ruangannya sekarang, ya” ujar Sora unnie sambil menunjuk lantai atas. Mataku mengikuti arah jarinya.

“Ada apa memangnya unnie? Apa aku berbuat salah?” tanyaku setengah cemas. Sora unnie hanya tersenyum.

“Sudahlah. Temui dia sekarang. Bukan hal yang buruk, kok” ujarnya menenangkan ku. Aku mengangguk lalu melangkah pelan. Masih belum yakin dengan ucapan Sora unnie. Hal apa yang membuat ibu kepala bidang stylist menyuruhku menemuinya hari ini?

Aku berbelok, melangkah menaiki tangga. Gedung ini tidak tinggi. Tapi, lebar dan panjang. Makanya staff di sini jarang menggunakan lift walau tersedia. Termasuk aku.

Aku sudah sampai di lantai tiga, di mana ruangan ibu kepala bidang stylist berada. Deg! Aku terkejut.

Annyeong” sapanya ramah. Aku hanya menganggukkan kepala, dan belalu dari hadapannya. Ia pun melangkah pergi meninggalkanku.

Leeteuk’s POV

“Hah! Minggu depan jadwal padat pasti akan segera menumpuk” aku memijat leher belakang ku pelan. Hari ini aku bertemu Jinho hyungkoreografer kami. Membicarakan masalah comeback minggu depan. Hari ini teaser MV kami keluar. Dan minggu depan kami akan segera tampil di panggung. Satu tahun terasa begitu cepat. Aku ingat saat persiapan comeback tahun lalu dengan Bonamana dan tahun sebelumnya dengan Sorry Sorry. Tiba-tiba aku teringat formasi Sorry Sorry. Hah! Aku merindukan mereka.

Langkah ku melayang di udara. Aku terkejut. Sepertinya dia juga.

Annyeong” ucapku pendek setelah berpikir cepat dalam hitungan detik. Ia hanya menganggukkan kepalanya. Bukan balasan yang ku inginkan.

Aku meloncat turun. Masih nampak bayangannya. Aku tersenyum melihat bayangan itu.

***

“Selamat Ha Seok. Kau resmi diterima sebagai stylist kami” ucapan ibu kepala bidang stylist itu seperti mimpi. Aku bengong. Hal alamiah yang terjadi jika seseorang mendapatkan kejutan atau semacamnya.

Really?” tanyaku tak percaya.

YeaWhy not!” jawab ibu kepala bidang mebuatku sangat senang.

“Ahh ~ KamsahamnidaJengmal kamsahamnida” aku menunduk berkali-kali membuat ibu kepala bidang stylist tersenyum.

“Berterima kasihlah pada dirimu. Kau lah yang membuat dirimu diterima sebagai stylist

Ne” jawabku masih menunduk.

“Sudahlah. Oh iya. Tolong sampaikan pada Sora. Siapkan pakaian untuk Super Junior minggu depan. Kita masih menggunakan wardrobe sendiri” perintahnya.

“Baiklah. Akan aku sampaikan. Aku keluar dulu” aku pamit keluar ruangannya. Beliau mengangguk.

“Hari yang sangat indah. Aku harus mentraktir Rara dan keluarga paman Park hari ini” aku tersenyum sendiri dan melangkah ceria menuruni tangga, kembali ke ruanganku.

***

satu minggu kemudian . . .

-at KBS Music Bank-

Ya, Shindong oppa. Jangan makan lagi. Nanti sisa makananmu menempel di baju” omel Minji. Shindong hanya mencibir Minji yang mengomel.

“Aku telpon Nari eonni jika kau tak mau mendengarkanku” ancamnya lalu mengeluarkan ponsel dari saku jaket yang ia kenakan.

Yaya. Jangan seperti itu. We are friend” ucap Shindong, lalu meletakkan makanan yang ia pegang. Minji hanya cemberut. Aku yang melihat itu tertawa kecil.

“Ha Seok-ssi. Apa dandananku sudah pas?” tiba-tiba Leeteuk muncul di hadapanku yang sedang memperhatikan Shindong dan Minji.

Aigoonaega jeongmal minam . . .” aku langsung membekap mulutku saat sadar apa yang aku ucapkan.

“Ahh, gomawoyo” ucapnya pelan sambil tersenyum.

“Sini, aku rapikan kancing kemeja mu” aku bangkit dari dudukku. Menyetuh kancing kemejanya paling atas. Deg deg degKenapa suasana menjadi awkward seperti ini.

“Ehh, sepertinya tidak bagus di kancing. Atau dibiarkan terbuka seperti ini?” gumamku. Dia diam saja melihatku mencoba mencocokkan style yang paling bagus. “Ya sudahlah. Yang paling atas tidak usah di kancing” putusku.

“Hmm, wajahmu masih gelap. Aku tambahkan sedikit powder, ya” ijinku. Ia mengangguk. Aku mengambil bedak yang ada di atas meja. Mengoleskan pelan pada wajahnya agar tidak terlalu tebal. Aku sekarang adalah stylist resmi mereka. Jadi, aku percaya diri melakukan apa saja pada mereka.

“Rambutmu. Kenapa berantakan lagi. Tadi aku sudah lihat kau merapikannya” omelku sambil menyisir rambutnya, lalu mengacak poninya agar tidak kelihatan kuno.

“Tadi Eunhyuk yang mengacak-acaknya” jelasnya pendek. Aku masih fokus merapikan rambut leader itu.

“Ciee, cie. Kalian ini tidak profesional sekali. Malah pacaran. ckckckck” tiba-tiba Kyuhyun berdiri di sebelah ku. “Bahkan kau tidak sadar aku sudah berdiri di sini sejak satu jam yang lalu” Leeteuk memukul lengan Kyuhyun. Satu jamYang benar saja evil satu ini.

“Satu jam apanya?! Aku Cuma minta bantuan. Bukan pacaran” ia mencoba membela diri. Aku diam saja.

“Sudahlah Ha Seok. Jangan dengarkan evil satu ini. Dia memang suka begitu” Leeteuk mencoba menormalkan kembali situasi. Aku hanya tersenyum tipis mendengar penjelasannya.

“Kau pergi sana” Leeteuk mendorong Kyuhyun dari hadapannya. Kyuhyun hanya nyegir jahil. Lalu menghampiri Eunhyuk dan Donghae yang sedang duduk. Ia membisikkan sesuatu yang membuat Eunhyuk dan Donghae menghampiri kami berdua.

“Kalian pacaran?” tanya Eunhyuk tiba-tiba serasa menusuk. Aku sangat kaget. Apalagi Leeteuk.

Yahyung! Kenapa kau tidak memberitahuku langsung?” giliran Donghae yang mencecar Leeteuk. Kami masih kaget dan heran. Tanpa dikomando, kami melihat ke arah Kyuhyun dengan senyum evilnya, sedang duduk mulai main game di iPadnya.

“Kyuhyun-na!! Neo jinjja!” umpat Leeteuk.

Leeteuk’s POV

Aigoonaega jeongmal minam . . .” aku kaget saat dia mengeluarkan kalimat itu. Ia langsung membekap mulutnya setelah sadar apa yang ia katakan barusan.

“Ahh, gomawoyo” ucapku pelan sambil tersenyum. Ini pertama kalinya ia mengatakan aku tampan.

“Sini, aku rapikan kancing kemeja mu” ia bangkit dari duduknya. Menyetuh kancing kemejaku paling atas. Deg deg degKenapa jantungku kacau seperti ini.

“Ehh, sepertinya tidak bagus di kancing. Atau dibiarkan terbuka seperti ini?” gumamnya masih memperhatikan kancing paling atas dari kemeja yang aku kenakan hari ini. Aku diam saja melihatnya mencoba mencocokkan style yang paling bagus. “Ya sudahlah. Yang paling atas tidak usah di kancing” putusnya.

“Hmm, wajahmu masih gelap. Aku tambahkan sedikit powder, ya” ijinnya. Aku mengangguk. Ia mengambil bedak yang ada di atas meja. Mengoleskan pelan pada wajahku agar tidak terlalu tebal.

“Rambutmu. Kenapa berantakan lagi. Tadi aku sudah lihat kau merapikannya” omelku sambil menyisir rambutnya, lalu mengacak poninya agar tidak kelihatan kuno. Ia melihatku merapikan rambutkuIa memperhatikanku sejak tadi berarti.

“Tadi Eunhyuk yang mengacak-acaknya” jelasku pendek. Ia masih fokus merapikan rambutku.

“Ciee, cie. Kalian ini tidak profesional sekali. Malah pacaran. ckckckck” tiba-tiba Kyuhyun berdiri di sebelah Ha Seok. “Bahkan kau tidak sadar aku sudah berdiri di sini sejak satu jam yang lalu” aku memukul lengan Kyuhyun.

“Satu jam apanya?! Aku Cuma minta bantuan. Bukan pacaran” aku mencoba membela diri. Ia diam saja.

“Sudahlah Ha Seok. Jangan dengarkan evil satu ini. Dia memang suka begitu” Aku mencoba menormalkan kembali situasi. Ia hanya tersenyum tipis mendengar penjelasanku.

“Kau pergi sana” aku mendorong Kyuhyun dari hadapanku. Kyuhyun hanya nyegir jahil. Lalu menghampiri Eunhyuk dan Donghae yang sedang duduk. Ia membisikkan sesuatu yang membuat Eunhyuk dan Donghae menghampiri kami berdua.

“Kalian pacaran?” tanya Eunhyuk tiba-tiba menusuk. Aku sangat kaget. Apalagi Ha Seok.

Yahyung! Kenapa kau tidak memberitahuku langsung?” giliran Donghae yang mencecarku. Kami masih kaget dan heran. Tanpa dikomando, kami melihat ke arah Kyuhyun dengan senyum evilnya, sedang duduk mulai main game di iPadnya.

“Kyuhyun-na!! Neo jinjja!” umpatku.

***

Jakkuman apa nan apa ~ . . . . .” terdengar nada lagu A-CHA diiringi suara para member. Lalu mereka berpose ketika nada lagu yang mereka bawakan berhenti.

“Kyaaa ~ ~!!!! Syupeo Junieo” terdengar teriakan heboh fans saat lagu selesai dinyanyikan dan panggung berubah gelap. Para member berlari turun dari atas panggung dan masuk ke ruang tunggu, sedangkan fans berteriak encore ~ encore ~, minta member bernyanyi kembali.

Kamsahamnida untuk bantuannya selama ini” ucap Leeteuk mewakili member Super Junior. Hari ini adalah last stage mereka di Inkigayo. Tidak terasa, sudah dua bulan ini aku menemani mereka sebagai stylist. Setelah comeback dan mulai promosi lagu mereka yang berjudul Mr Simple dan A-CHA, hari ini adalah hari terakhir mereka promosi. Waktu begitu cepat berlalu.

“Kalau sudah selesai, langsung ke mobil, ya. Kita akan merayakan kesuksesan comeback Super Junior dengan album yang kelima. Sekalian ulang tahun Donghae” ujar Kibum oppa, manager Super Junior, tersenyum puas. Kami para stylist dan member Super Junior bertepuk tangan gembira sembari menyanyikan kembali lagu Happy Birthday versi Korea untuk Donghae. Mengingat kemaren, waktu last stage mereka di Music Core, kami juga sudah menyanyikan lagu itu untuk Donghae. Lagu ulang tahun sudah selesai dinyanyikan. Ryeowook sibuk berfoto dengan satu per satu member. Yesung, Kyuhyun dan Sungmin menelpon orang tuanya, memberitahu bahwa promo lagu mereka sudah selesai dan terbilang sangat sukses. Dipojok sana, Eunhyuk menemani Donghae menelpon eommanya, memberitahukan hal yang sama. Eunhyuk mengusap-usap bahu Donghae yang bergetar. Aku tau dia sedang menangis, pasti karena teringat appanya. Aku sudah banyak mendengar cerita tentang Donghae jika comeback atau konser dari Ryeowook. Ia selalu menangis jika menelpon eommanya. Ia sedih, tidak bisa ngobrol lagi dengan appanya.

Aku mendesah nafas jika mengingat berbagai cerita tentang Donghae dari Ryeowook. Aku merindukan appaku di Indonesia sekarang. Juga eommaku. Aku rindu kalian.

Aku melihat Leeteuk yang kelelahan di atas sofa. Aku pun memberikan tissue dan air mineral padanya. Sudah dua bulan ini aku menjadi stylistnya. Kadang, kalau aku pikir, aku ini bukan lagi stylistnya, tapi pembantunya. Soalnya, aku selalu disuruh seenaknya. Apalagi oleh Kyuhyun pabo itu. Suka sekali menggangguku.

“Ha Seok-a ~ Kamsahamnida sudah membantuku beberapa bulan ini” ujarnya sambil menyeka keringat di leher dan dahinya.

Aku hanya tersenyum. “Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai stylist kalian”

Mianhae, kalau beberapa bulan ini aku selalu merepotkan mu”

Gwaechanayooppa” jawabku asal. Lalu membekap mulutku lagi setelah sadar aku memanggilnya ‘oppa’.

“Tidak apa-apa. Panggil saja aku oppa. Aku kan lebih tua darimu” ia seolah mengerti mengapa aku membekap mulutku barusan.

Neo…ppa…” jawabku terbata. Padahal aku sudah sering keceplosan memanggilnya ‘oppa’. Aku memanggil Ryeowook dan member lainnya juga dengan sebutan oppa. Tapi, kenapa kali ini rasanya sangat berbeda saat aku mengucapkan kata itu. Pipiku rasanya panas. Jantungku berdetak lebih kencang. Apa benar yang selama ini aku rasakan. Aku menyukai leader ini?

“Ha Seok-a~” tiba-tiba Kyuhyun menghampiriku dan Leeteuk. Seperti biasa, ia hanya nyengir jahil khasnya saat melihat aku sedang bersama Leeteuk.

“Mau apa lagi kau? Ha Seok cuma memberiku tissue dan air mineral ini. Bukan seperti yang kau pikirkan” jawab Leeteuk sambil menatap Kyuhyun geram memperlihatkan tissue dan air mineral yang sedang ia pegang. Lagi-lagi, senyum evilnya tergambar di wajah maknae itu.

“Kau ini, hyung. Langsung marah saat aku memanggil nama yeojachingumu ini”

Blepp! Jawaban Kyuhyun barusan membuat jantungku mencelos. YeojachinguAigooKyuhyun-naAku ingin sekali menjitak kepalamu.

Leeteuk memukul puncak kepala Kyuhyun. Sikap Kyuhyun seperti biasa, senyum evil disertai ‘aduhan’ sakit sambil memegang kepalanya.

“Ha Seok. Chukhae sudah menjadi stylist kami. Aku dengar dari Sora noona tadi. Kenapa tidak kau beritahu kami langsung? Padahal kau kan sudah resmi menjadi stylist kami bahkan sebelum kami tampil di panggung. Kau tidak mau mentraktir kami, ya?” Leeteuk menoleh padaku saat mendengar ucapan Kyuhyun. Sepertinya ia kaget dan baru tahu juga dari ucapan Kyuhyun barusan.

“Ehh?? Bukan begitu” jawabku bingung.

“Kalau begitu, berarti hari ini kau harus mentraktir kami semua” tembak Kyuhyun langsung.

Mwo! Gajiku belum cukup untuk mentraktir kalian semua. Bukannya Kibum oppa akan mentraktir kita?” tanyaku panik.

“Kau ini langsung panik. Suruh saja namjachingumu ini yang membayarnya” ujar Kyuhyun sambil terkekeh. “Dia ini uangnya banyak” Lagi-lagi Leeteuk memukul puncak kepalanya.

YaNeo jinjja! Aku kan sudah bilang berapa kali”

“Aku hanya bercanda, hyung

“Ha Seok ~ Kau sudah resmi jadi stylist kami?” tiba-tiba kepala Ryeowook muncul dipundak Kyuhyun. Aku kaget. Kemudian Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Shindong dan Yesung mengelilingiku memberi ucapan selamat.

“Sayang, ya. Heechul dan Siwon hyung tidak bersama kita untuk merayakan comeback kita” ucap Ryeowook dengan nada sedih. Heechul saat ini sudah enlist dan Siwon sedang sibuk syuting drama nya.

Ya! Kenapa kau sedih?” tiba-tiba suara imut terdengar. Kami menoleh ke arah pintu. Heechul berdiri di sana. Refleks aku, member dan para stylist menyambut Heechul.

“Kau kenapa tidak memberitahu dulu kalau mau ke sini? Kau mendapatkan ijin untuk keluar?” tanya Leeteuk.

“Tentu saja. Mana mungkin aku keluar begitu saja”

Ya! Ayo cepat. Aku sudah meminta ijin pada atasan Heechul agar ia bisa bersama kita malam ini” tiba-tiba Kibum oppa muncul di pintu ruangan.

Ne!!” jawab memberdeul dan stylist SM serempak.

***

“Ini untuk kesuksesan kita semua” ujar Kibum oppa ceria sambil mengangkat gelas kecil berisi soju. Member lain mengangkat minuman mereka juga. Karena mereka tidak kuat minum soju, kami memesan beberapa cola dan softdrink lainnya. Sedangkan Kibum hyung dan koreografer yang hadir memesan soju. Tak lama setelah berbincang-bincang, makanan pesanan kami datang. Uap panas mengepul dari makanan yang ada dihadapan kami, membuat selera makan kami meleleh. Meja yang tadinya kosong, sekarang dipenuhi dengan berbagai masakan khas Korea. KimchiBulgogiSamgyetangBibimpapJajangmyeonDdeokppoki sebagai desert dan berbagai jenis makanan lainnya dalam porsi yang lumayan besar hadir di meja kami. Baru kali ini aku keluar makan bersama staff SM dan semua member Super Junior.

Jjal meokkeo sumnida~” ucap para staff dan member serempak, lalu melahap berbagai makanan yang telah dihidangkan. Dulu, saat aku masih baru di Korea, aku aneh melihat mereka yang bernada jika melahap makanan. Tapi, sekarang aku sudah terbiasa dengan hal itu. Karena, itu adalah salah satu kebiasaan orang Korea jika memakan sesuatu hidangan.

“Ayo kita foto sekarang. Mengabadikan moment setelah comeback” ajak Eunhyuk disetujui oleh member lainnya.

“Tapi, Ryeowook sedang di kamar mandi” sela Sungmin.

“Sudahlah. Tinggalkan saja dia” ujar Kyuhyun menampakkan wajah evillnya lagi. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan maknae yang satu ini.

Hanadulset… creeeck!!” terdengar suara iPad Eunhyuk tanda foto sukses diambil.

“Hey! Kalian berfoto tanpa aku. Ulang lagi” pinta Ryeowook ketika ia kembali dari kamar mandi.

“Hahaha ~ Aku akan menguploadnya langsung” ujar Eunhyuk sambil terkekeh. “Ketika mengakhiri aktivitas album kelima kami…!!! Terima kasih semuanya ♥ (Kami tidak menunggu orang-orang yang ke kamar mandi)” Eunhyuk membaca keras-keras tulisan yang ia ketik sebelum mengupload foto mereka ke twitter. Mendengar itu, Ryeowook hanya cemberut. Kami tertawa melihat wajah lucu Ryeowook saat cemberut.

“Ha Seok. Bisa kau ikut aku keluar sebentar?” tanya Leeteuk tiba-tiba saat aku tertawa melihat tingkah konyol member yang menggoda Ryeowook.

Wae?” tanyaku heran. Tapi, aku tetap mengikuti langkahnya, meninggalkan kerumunan orang-orang yang masih tertawa bersama. Aku melihat ke arah Kyuhyun, untuk memastikan agar ia tidak membuntuti ku dan Leeteuk. Untunglah! Ia masih heboh menggoda Ryeowook.

Setelah agak jauh dari kerumunan itu, Leeteuk mengeluarkan sebuah bungkusan.

“Apa ini?” tanyaku pendek masih belum menerima bungkusan itu walau Leeteuk sudah menyodorkan padaku.

“Anggap saja ucapan terima kasihku dan permintaan maafku untuk masalah sepele kita waktu itu” wajahku langsung berkerut mendengar penjelasan Leeteuk barusan. Ternyata ia masih ingat masalah itu.

Aku menerima ragu bungkusan itu. Melihat isi dalamnya. Hanya ada sebuah benda terbungkus kertas berwarna dengan rapi. Aku menoleh pada Leeteuk. Ia tersenyum memperlihatkan dimplenya yang manis.

“Aku harap kau memakainya besok” ia lalu beranjak masuk meninggalkanku.

Oppa! Memakainya besok? Untuk apa? Memangnya ini apa” tanyaku setengah berteriak.

“Sudahlah. Ayo masuk. Sangat dingin di luar”

***

Jam setengah satu, aku sampai di rumah. Bibi Park dan Rara sudah tidur. Untung Paman Park masih menyelesaikan pekerjaan kantornya. Setelah pamit untuk tidur pada Paman Park, aku melangkah masuk ke kamarku. Aku melihat ke kamar Rara. Sudah gelap. Berarti dia sudah tidur. Akhirnya, aku putuskan untuk membuka bungkusan ini sendiri.

“Baju couple? Untuk apa?” tanyaku aneh. Aku masih menatap benda pemberian Leeteuk itu. Lalu teringat ucapan Leeteuk sebelum ia masuk duluan.

“Memakainya besok? Besok kan aku harus kerja. Masa pakai baju beginian ke kantor. Bisa-bisa nanti aku ditertawakan oleh Kyuhyun sialan itu” aku meletakkan kembali baju itu di atas kasur. Lalu menghidupkan komputer.

“Sudah berapa lama ya aku tidak online? Terakhir saat mereka tampil di panggung dengan A-CHA” aku mencoba-coba mengingat terakhir kali aku log in di twitterku.

“Ahh ~ sudah dua minggu lebih. Kirim mention ke Jea, ahh. Siapa tau dia belum tidur” Aku melihat jam dinding kamarku. Sudah jam satu. Berarti di Indonesia sekarang jam tiga pagi.

Setelah proses booting, aku log in ke account twitterku. Timelining tidak lagi ramai. Mungkin karena sebagian besar pengisi timeliningku orang Indonesia, dan pasti mereka sudah tidur. Aku mengecek timeliningku, lalu melihat tweet foto Eunhyuk dua jam yang lalu. Aku tertawa jika mengingat hal itu. Dua jam yang laluSeharusnya tidak muncul lagi. Lalu aku melihat tulisan ‘Retweet by Jea_lous’ di bawah tweet Eunhyuk itu.

“Anak itu belum tidur ternyata” lalu aku mengetik mentionku.

@jea_lous Ya! Kenapa belum tidur? Rindu padaku? kkkkkk ~

Sambil menunggu balasan dari Jea, aku memeriksa mention yang masuk selama dua minggu ini.

@hana_choi Besok aku tunggu di gerbang Seoul Land jam 11. Maaf tidak bisa menjemputmu. Aku ada schedule jam 8 pagi besok ^^ Don’t be late ㅋㅋㅋㅋㅋ ~

Aku membelalakkan mataku melihat pengirim tweet itu adalah @specialteukieDua jam yang lalu. Saat yang sama ketika ia memberiku bungkusan yang ada di atas kasurku sekarang.

Otakku berpikir. “Apa hubungan baju couple ini dengan gerbang Seoul Land?” gumamku dalam hati sambil memegang baju couple yang Leeteuk berikan.

“Aku harap kau memakainya besok” ucapan Leeteuk terlintas di pikiranku.

“Apa dia . . .” tebakku dalam hati.

TO BE CONTINUED . . .

DON’T TAKE OUT!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s